Joom!Fish config error: Default language is inactive!
 
Please check configuration, try to use first active language

Prodi PGSD
image1 image2 image3 image4 image5
Prodi PGSD
13
Jan
    SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN

SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN

“Strategi Mengatasi Kesulitan Belajar; Ketika Murid Anda Seorang Disleksia”

Guru adalah seorang fasilitator untuk anak didiknya. Guru dituntut mengetahui berbagai macam karakteristik siswanya serta bersifat peka terhadap kondisi siswanya. Guru seharusnya memberi motivasi, kesadaran mengenai makna belajar dalam kehidupan siswa. Ketika mendapatkan suatu masalah dengan seorang murid misalnya dalam kesulitan belajar, guru harus mampu melakukan penanganan. Guru yang hebat adalah guru yang mampu memahami siswanya sesuai jalan yang benar. Dalam proses belajar perlu dengan cermat memahami kondisi anak agar tidak memaksakan kehendak dan dapat membantu kesulitan belajar pada anak.

Kesulitan belajar dapat terjadi pada siapa pun, termasuk anak didik. Guru sangat berperan penting dalam memahami perkembangan kognitif khususnya pada anak yang memiliki perkembangan kognitif. Pemahaman yang baik dapat menciptakan solusi bagi anak pada ruang belajar. Sebaliknya, pemahaman yang kurang terkadang menimbulkan ekspektasi berlebihan kepada anak yang akhirnya tidak membantu dan justru menimbulkan kecemasan. Kecemasan pada anak dapat berimplikasi pada perkembangan dan proses belajar anak yang tengah berkembang. Salah satu kesulitan belajar yang perlu guru pahami dan tangani ialah disleksia.

Disleksia merupakan suatu kondisi khusus yang menyebabkan seseorang mengalami kesulitan membaca ataupun menulis. Biasanya kesulitan yang penderita disleksia alami adalah sulit membedakan huruf vocal, terbalik huruf, menghilangkan kata atau huruf ketika membaca. Terlambat mengenali tanda-tanda disleksia pada anak berakibat pada pelabelan yang melekat pada si anak. Bagi guru yang tidak mengetahui mengenai disleksia, mereka akan memberi cap kepada anak tersebut sebagai anak yang bodoh. Padahal, mereka hanya mengalami kesulitan berbahasa, baik itu menulis, mengeja, membaca, maupun menghitung. Oleh karena itu, perlu bagi seorang guru maupun calon guru untuk memahami lebih dalam mengenai kesulitan belajar anak sehingga mampu melakukan strategi penanganan untuk masalah tersebut.

Pembicara dalam seminar nasional ini adalah orang-orang yang berkecimpung dalam masalah tersebut serta profesional dalam menanganinya, yakni:

  1. dr. Purboyo Solek, Sp.A ((Konsultan Saraf Anak, Pembina Asosiasi Disleksia Indonesia)
  2. dr. Kristiantini Dewi S., Sp.A (Ketua Umum Asosiasi Disleksia Indonesia)
  3. NextIn Indonesia (Aplikasi LexipaL untuk anak Disleksia)

Tujuan kegiatan Seminar Nasional ini antara lain:

1. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang benar dan tepat kepada calon pendidik maupun pendidik mengenai kesulitan belajar anak,

2. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi berupa strategi

pembelajaran untuk anak didik yang mengalami kesulitan belajar,

3. Memperoleh solusi tentang masalah kesulitan belajar seorang siswa penderita disleksia.

Kegiatan yang kami laksnakan adalah seminar nasionaL disertai call for paper dengan topik umum kesulitan belajar dan topik khusus kesulitan belajar disleksia. Kegiatan ini lebih mengarah pada pemberian pemahaman mengenai kesulitan belajar serta bagaimana strategi penanganannya oleh pembicara yang profesional di bidang tersebut. Seminar Nasional ini akan dilaksanakan pada Sabtu, 28 November 2015 pukul 08.00 di Auditorium Unit 1 Universitas PGRI Yogyakarta

FOTO KEGIATAN KLIK DISINI

 
 
28
Dec
    PENGUMUMAN PENGAJUAN JUDUL SKRIPSI

PENGUMUMAN PENGAJUAN JUDUL SKRIPSI KLIK DISINI

 
 
16
Nov
    DIKLAT PMI

 

DIKLAT PMI

FOTO KLIK DISINI

Palang Merah Indonesia didirikan atas dasar kemanusiaan dan merupakan lembaga sosial kemasyarakatan yang bergerak di bidang kemanusiaan, dengan maksud didirikan untuk meringankan penderitaan sesama manusia apapun sebabnya dengan tidak membedakan golongan, bangsa, agama, dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Pada Program Studi PGSD FKIP UPY, mahasiswa dibekali dengan berbagai ketrampilan, salah satunya yaitu Diklat Kepalangmerahan yang akan sangat bermanfaat untuk mahasiwa apabila terjun di dalam masyarakat. Diklat Kepalangmerahan yang diselenggarakan oleh PGSD FKIP UPY merupakan bentuk pengembangan bakat dan minat mahasiswa.

Tujuan Diklat Kepalangmerahan ini yaitu membekali dan melatih para mahasiswa untuk menjadi manusia yang berperikemanusiaan serta disiapkan mempunyai ketrampilan yang berkaitan dengan kepalangmerahan. Salah satu kegiatan Diklat Kepalangmerahan adalah mengadakan pendidikan latihan secara terstruktur dalam lima hari yang diselenggarakan di Universitas PGRI Yogyakarta. Dasar hukum diselenggarakannya kegiatan Diklat Kepalangmerahan ini mengacu pada Pedoman Akademik Universitas PGRI Yogyakarta tahun 2013-2014 Bab VI tentang hak mahasiswa, Program Kegiatan Program Studi PGS FKIP UPY 2015-2016, dan Spesifikasi Program Studi PGSD UPY.

Tujuan kegiatan Diklat Kepalangmerahan yang diselenggarakan antara lain:

a. Menjalankan program kegiatan wajib yang harus diikuti mahasiswa PGSD FKIP Universitas PGRI Yogyakarta yang telah ditetapkan oleh prodi

b. Melatih mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan teknis dan non teknis di bidang kepalangmerahan.

c. Mengembangkan dan memupuk jiwa kemanusiaan dalam setiap perbuatannya.

d. Memupuk kesadaran untuk setiap saat menolong orang lain dengan tujuan kemanusiaan yang luhur.

 

Kegiatan Diklat Kepalangmerahan ini wajib diikuti oleh mahasiswa PGSD FKIP Universitas PGRI Yogyakarta. Kegiatan ini memberikan ketrampilan dalam bidang kepalangmerahan. Diklat ini diselenggarakan rutin setiap tahun untuk mahasiswa semester V (lima). Diklat Kepalangmerahan yang diselenggarakan oleh PGSD FKIP Universitas PGRI Yogyakarta pada 27-31 Oktober 2015 bekerjasama dengan lembaga PMI Kabupaten Bantul. Lembaga PMI Kabupaten Bantul menjadi pembina dalam kagiatan Diklat Kepalangmerahan. Jumlah peserta dalam kegiatan Diklat Kepalangmerahan yaitu sebanyak 233 orang dengan panitia sebanyak 16 orang.

 

 
   
16
Nov
    MAKARAB MABA PGSD

Pengimplementasikan rasa kebersamaan dan rasa persaudaraan untuk mempererat rasa kekeluargaan sudah terjalin dari sejarah Indonesia yang sudah begitu kental sejak dahulu.Masyarakat Indonesia merupakan bagian dari perbedaan budaya, tetapi kebersamaan dan persaudaraan di dalam hidup bermasyarakat terasa begitu kental. Hal itu tampak pada kehidupan bergotong royong dalam melakukan aktivitas di lingkungan masyarakat. Rasa kekeluargaan tersebut lebih menitikberatkan pada rasa kebersamaan dari berbagai aspek kehidupan tanpa memperhatikan strata sosial, ekonomi, kemampuan akademis, dan budaya menjadi suatu komunitas yang ideal di Universitas PGRI Yogyakarta khususnya untuk seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Sebagai Calon guru yang dituntut untuk menjadi guru profesional harus mampu memulai dari hal kecil yakni dari menumbuhkan rasa kebersamaan, rasa persaudaraan dan rasa kekeluargaan serta saling mengenal antarmahasiswa baru maupun lintas angkatan sekaligus menjadi ajang pembekalan diri bagi mahasiswa baru dalam berlatih organisasi dan kepimpinan namun juga tidak terlepas dari kebudayaan yang ada di sekitar. Hal ini kami aplikasikan dengan suatu kegiatan MAKRAB PGSD yang bertemakan “SHARE YOUR LIFE TO OTHER WITH THE SPIRIT OF TOGETHERNESS AT THE SERMO RESERVOIR

Dengan demikian kegiatan ini diharapkan mahasiswa progam studi PGSD akan memiliki cita-cita, jiwa dan semangat belajar yang tinggi dengan tetap mengingat jatidirinya sebagai putra-putri generasi penerus bangsa dan dapat mempererat kekeluargaan dan kebersamaan seluruh anggota mahasiswa khususnya mahasiswa PGSD, serta semua yang terlibat didalam kegiatan makrab PGSD tersebut. Terlebih juga ketua prodi, sekretaris prodi dan juga karyawan serta dosen-dosen PGSD yang terlibat secara langsung maupun yang tidak langsung. Dalam acara kebersamaan ini diharapkan nantinya kita semua dapat lebih mengakrabkan diri dengan semua anggota, saling bantu membantu dan saling mempererat ikatan kekeluargaan didalam PGSD. Sehinggga nantinya ketika kita telah terjun di dunia masyarakat kita dapat mengaplikasikan tindakan kita ini kepada anak didik dan juga masyarakat.


Tujuan kegiatan makrab pgsd “share your life to other with the spirit of togetherness at the sermo reservoir ini antara lain:

a. Menjalin keakraban dan kekeluargaan antarmahasiswa PGSD.

b. Menggalipotensi yang dimiliki mahasiswa.

c. Menyadarkan kepada mahasiswa agar tetap mencintai dan melestarikan budaya.

d. Menemukan mahasiswa yang aktif, kreatif, dan inovatif sebagai calon anggota HMP PGSD.

 


Konsep kegiatan yang akan kami laksanakan adalah berkemah, outbond, pemberian materi,dan berwisata. Kegiatan ini di ikuti oleh seluruh mahasiswabaru PGSD 2015/2016 dan mahasiswa lama Universitas PGRI Yogyakarta yang belum mengikuti kegiatan makrab sebanyak 270 mahasiswa.

Pelaksanaan MAKRAB PGSD 2015/2016 akan dilaksanakan pada Hari Jumat-Minggu, Tanggal 2527 September 2015 Bumi PerkemahanWaduk Sermo Kulon Progo.

 

 

 
 
13
May
    Peringatan HARDIKNAS

HARI PENDIDIKAN NASIONAL

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, HMP PGSD UPY menyelenggarakan kegiatan semarak hardiknas dengan mengusung tema "Harmonisasi Seni Dalam Emansipasi Untuk Membangun Negeri". Kegiatn ini bertujuan untuk menumbuhkan cinta dan kreatifitas terhadap seni. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu 9 Mei 2015 di Auditorium UPY dari pagi hingga sore hari. Panitia Peringatan Hardiknas menyampaikan bahwa kegiatan terlaksana dengan sukses dan meriah. Kegiatan tersebut berupa Lomba Drama dan pameran handmade yang di ikuti oleh semua angkatan. Hidup PGSD Jaya...

 

 
   
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 10 of 17